Persiapan Olimpiade 2020, Raksasa Jepang Bangun Megaproyek

Menghadapi Olimpiade 2020, pengembang terbesar Jepang, Mori Building Co., berencana membangun megaproyek di Tokyo senilai 9,7 miliar dollar AS atau setara Rp 114,4 triliun.
Selain megaproyek tersebut, Mori yang akan membuka gedung kedua tertinggi di Tokyo minggu depan, akan mengembangkan sekitar 10 proyek dalam satu dekade ke depan.

Presiden dan CEO Mori Building Co., Shingo Tsuji, mengungkapkan rencana tersebut, Rabu (4/6/2014).

Mereka akan meningkatkan investasi menjelang perhelatan olahraga akbar Olimpiade Tokyo 2020 seiring penurunan tingkat kekosongan perkantoran dan pertumbuhan harga sewa. Tingkat kekosongan perkantoran di Tokyo menurun 6,6 persen pada April 2014 dari sebelumnya 8,5 persen. Kekosongan ini terendah sejak 2009.

Sedangkan tarif sewa kantor rerata naik dalam empat bulan berturutan dan merupakan jangka waktu terpanjang kinerja positif tarif sewa Tokyo.

Mori membangun megaproyek di lokasi strategis, Toranomon, sebagai bentuk partisipasi aktif merespon rencana Pemerintah Jepang untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

“Area Toranomon memiliki potensi besar. Kami ingin mempercepat revitalisasi daerah ini,” ujar Tsuji.

Toranomon Hills

Sementara itu, gedung tertinggi kedua setelah Mitsui Fudosan di Tokyo yang mereka kembangkan, yakni Toranomon Hills, akan beroperasi pada 11 Juni mendatang. Gedung ini setinggi 52 lantai atau menjulang 247 meter, mencakup perkantoran, hunian, ruang ritelseluas 244.600 meter persegi.

Toranomon Hills merupakan proyek terbesar kedua Mori setelah pengembangan Roppongi Hills senilai Rp 29,7 triliun pada 2003.

Selesainya gedung baru Toranomon Hills, bertepatan dengan upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menghidupkan kembali ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *