Klitschko Tak Sabar Tampil di Olimpiade

Mantan juara dunia kelas berat, Wladimir Klitschko, mengaku tertarik untuk berlaga di Olimpiade meski saat ini dirinya hanya fokus dalam pertarungan ulang menghadapi Tyson Fury.

Petinju Ukraina itu sebelumnya pernah meraih medali emas tinju pada Olimpiade Atlanta 1996 kelas berat super.

Klitschko telah mendapat lampu hijau dari Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) yang mengizinkan para petinju profesional untuk berlaga di Olimpiade. Sebelumnya, hanya petinju amatir yang boleh bertanding di ajang empat tahunan itu.

“Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin berpartisipasi kembali di ajang Olimpiade, namun saat ini saya hanya fokus pada pertarungan ulang melawan Tyson Fury,” kata petinju berusia 39 tahun itu seperti dilansir the Guardian.

Klitschko sebelumnya sempat berusaha berlaga di Olimpiade London 2012 namun aturan melarangnya dan Federasi Ukraina pun enggan menggunakan jasa petinju bertinggi 198 centimeter itu.

Tanpa Klitschko, Ukraina sukses merebut dua medali emas yakni dari kelas berat yang diraih oleh Oleksandr Usyk dan kelas ringan yang diraih Vasyl Lomachenko.

Klitschko sejauh ini merupakan satu-satunya petinju professional yang mengutarakan ketertarikannya untuk memanfaatkan aturan baru yang akan diratifikasi oleh AIBA pada Mei mendatang.

Kualifikasi untuk Olimpiade Rio 2016 sendiri akan digelar pada 7-19 Juni 2016, di Baku, Azerbaijan.

Akan tetapi, rencana Klitschko dikritik oleh beberapa pihak, diantaranya adalah promotor tinju asal Inggris, Eddie Hearn.

“Kita melihat bahwa di olah raga lain seperti tenis dan sepak bola, yang mewakili negaranya bukanlah atlet terkuat. Saya pikir tinju harus menjadi salah satu olah raga yang memisahkan antara amatir dan profesional,” kata promotor dari petinju Inggris, Anthony Joshua itu.

Hal senada diungkapkan juara dunia kelas bantam super versi WBA, Scott Quigg.

“Saya pikir itu (petinju profesional di Olimpiade) adalah ide buruk dan bisa berbahaya. Olimpiade adalah puncak dari karir amatir. Saya harap mereka (AIBA) memikirkannya lagi dan membuat keputusan yang tepat,” kata petinju yang akhir pekan ini akan melawan Carl Frampton dalam pertarungan unifikasi gelar WBA dan IBF.

Yang jelas, kans terakhir Klitschko untuk berlaga di Olimpiade adalah di Olimpiade Rio tahun ini. Sebab, batas umur tertua yang ditetapkan AIBA adalah 40 tahun, sedangkan Klitschko akan berusia 44 tahun di Olimpiade Tokyo 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *