Atlet Karate Dunia

Karate menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan sampai ke tingkat internasional. Turnamen-turnamen karate diadakan sehingga mencetak sederet atlet karate dunia. Salah satu organisasi yang aktif menyelenggarakan turnamen adalah WKF (World Karate Federation). Hampir di sepanjang tahun ajang turnamen digelar dan menghadirkan atlet-atlet karate berbakat. Berikut ini beberapa atlet karate papan atas dunia.

Umar Syarief

Indonesia patut bangga karena salah satu atlet karate tingkat dunia berasal dari Indonesia. Umar Syarief adalah seorang pemuda yang lahir pada tahun 1977 di Sidoarjo, Jawa Timur. Sederet medali emas telah berhasil ia raih antara lain medali emas di ajang SEA Games tahun 2009, 2005, 2001, dan 1999, serta medali emas di ajang PON XVII di tahun 2008, di ajang PON XVI di tahun 2004, dan di ajang PON XV tahun 2000.

Umar Syarief kerap mengikuti turnamen karate di Eropa tanpa didampingi oleh siapapun dan dengan biaya sendiri pula. Di dunia karate ini pula Umar Syarief bertemu dengan pendamping hidupnya, yakni Ai Lee. Ai Lee adalah seorang atlet karate juga yang berasal dari Malaysia. Saat ini Umar Syarief menetap di St. Gallen, Swiss dan mengelola sebuah dojo atau perguruan silat di sana.

Luca Valdesi

Atlet karate internasional ini berasal dari Palermo, Italia. Pemuda yang lahir di tahun 1976 ini telah belajar karate sejak usia enam tahun ini meraih gelar juara dunia karate untuk kategori tim dan individu. Luca Valdesi dilatih dengan keras oleh dua orang karateka senior, yakni Claudio Culasso dan Pierluigi Aschieri. Sederet prestasi yang pernah diraih Luca Valdesi antara lain medali emas di ajang World Games di tahun 2009, medali emas di ajang Karate World Championships di tahun 2004, 2006, 2008, dan di tahun 2010.

Rafael Aghayev

Atlet karate mancanegara ini berasal dari Azerbaijan. Pria yang dilahirkan pada tahun 1985 ini menempuh pendidikan di sekolah olahraga. Di sekolah inilah Rafael Aghayev mempelajari berbagai teknik karate. Rafael sangat mencintai olahraga karena darah olahragawan memang mengalir kental dalam tubuhnya. Ayah Rafael adalah seorang pemain sepak bola profesional. Kedua kakaknya pun bertekun dalam bidang olahraga yakni sebagai atlet judo dan atlet tinju.

Rafael terus mengasah kemampuan karatenya di bawah asuhan pelatih karate Rahman Hatamov. Prestasi terbaik yang telah diraihnya adalah meraih medali emas di World Games dan medali emas di ajang World Combat Games. Selain itu, Rafael juga kerap meraih medali emas di ajang Eroupean Championships. Rafael kerap diundang ke berbagai negara untuk memberikan pelatihan dan mengikuti sejumlah turnamen karakte.

Atsuko Wakai

Atlet karate wanita tingkat dunia ini dilahirkan di Jepang pada tahun 1971. Ia kerap memenangkan pertandingan di tingkat internasional maupun turnamen-turnamen karate yang diadakan di Jepang. Tak kalah dengan atlet karate pria lainnya, Atsuko Wakai memiliki sabuk hitam yang diterimanya dari JKF (Japan Karatedo Federation). Atsuko berada di bawah asuhan pelatih Akira Shiomi di Seigokan Goju-ryu.

Perkenalan Atsuko Wakai di dunia karate terjadi tanpa disengaja. Kala itu Atsuko mengalami kecelakaan mobil saat usianya baru empat tahun. Saat mencapai usia enam tahun kedua orangtuanya memasukkan ke perguruan karate Goju-ryu untuk mengembalikan kekuatan dan koordinasi tubuhnya. Kecintaan Atsuko terhadap karate terus berlanjut meski tubuhnya sudah kembali sehat.

Ia meraih sejumlah prestasi yang membanggakan antara lain medali emas di ajang World Games di tahun 1997, 2001, dan 2005, serta medali emas di ajang Karate World Championships di tahun 1998, 2000, 2002, dan 2004. Dengan sederet prestasi inilah, Atsuko Wakai menjadi salah satu atlet karate dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *